Penyebaran Covid-19 telah berlangsung lebih dari tiga bulan termasuk di Kabupaten Sleman. Kasus yang tercatat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mulai dari 18 Maret 2020 sampai dengan tanggal 2 Juli 2020 sebesar 126 kasus. Pasien yang masih menjalani perawatan tersisa 18 kasus dengan total sembuh sebanyak 104 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa angka kesembuhan mencapai 82,54% atau diatas angka rata-rata kesembuhan Covid-19 dunia yakni 54,23%. Namun demikian kita tidak boleh lengah dengan situasi ini terlebih lagi vaksin penyakit ini masih dalam proses riset sehingga membutuhkan waktu.

Masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan protokol kesehatan. Perlu digarisbawahi bersama bahwa penularan Covid-19 terjadi akibat percikan droplet baik langsung maupun tidak langsung melalui permukaan benda yang terkontaminasi. Oleh karenanya pencegahan untuk memutus rantai penularan merupakan tindakan tepat dan harus dilakukan oleh semua pihak. Menurut penuturan Kepala Dinas Kesehatan, dr. joko Hastaryo, M.Kes., terdapat tiga langkah mudah sebagai bentuk Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) cegah Covid-19 yakni dengan Cita Mas Jajar. “Kita dapat cegah penularan Covid-19 dengan Cita Mas Jajar atau Cuci Tangan Pakai Sabun atau handsanitizer, selalu memakai Masker jika keluar rumah, dan Jaga Jarak minimal 1,5 meter,” terang Joko.

Berbagai upaya promosi kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman meliputi penayangan iklan layanan masyarakat di televisi, website dan media sosial, distribusi leaflet, roll banner dan spanduk, pemasangan baliho, hingga edukasi langsung di masyarakat. Perubahan kebiasaan baru dengan Cita Mas Jajar hendaknya diterapkan dimanapun kita berada, baik di kantor, di sekolah, di tempat ibadah, dan juga di tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar, hingga mall. Joko Hastaryo kembali berpesan “melalui pesan kunci Cita Mas Jajar diharapkan semakin memperkuat kebiasaan dalam pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sleman”. (Dinkes Sleman)