Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sleman kembali melakukan penyemprotan disinfektan di 14 pasar di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menggandeng PMI Kabupaten Sleman karena dinilai memiliki keahlian yang mumpuni pun peralatan yang lengkap. Demikian disampaikan Mae Rusmi, Jumat (12/6/2020) saat penyemprotan hari pertama di Pasar Cebongan.

Mae mengatakan penyemprotan ini akan berlangsung hingga Minggu (21/6/2020) dengan rincian 10 pasar kabupaten dan 4 pasar desa di Kabupaten Sleman.

“Penyemprotan dilakukan setiap pasar tutup. Jadi aktivitas pasar tidak terganggu, tetap beroperasi dengan protokol kesehatan,” tutur Mae.

Mae mengakui penyemprotan disinfektan ini memang sudah dilakukan secara rutin, namun kali ini dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Kalau penyemprotan regular kami lebih menitikberatkan yang ada di dalam pasar, seluruh lorong-lorong kita semprot, nah untuk yang kali ini tidak hanya di dalam pasar tapi juga yang ada di luar pasar kita juga semprot kemudian bagian-bagian di mana teman-teman kemarin melakukan rapid, kiri kanan depan belakang kami semprot lagi,” ungkapnya.

Mae mengatakan penyemprotan menyeluruh ini khusus dilakukan untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

“Selain itu supaya pengunjung dan pedagang itu merasa tenang ketika berbelanja di pasar,” tandasnya.

Upaya ini dikatakan Mae tentunya dibarengi dengan peningkatan protokol kesehatan Covid-19 di pasar tradisional oleh Dinas Perindag Sleman. Mae mengerahkan pihaknya untuk terus menerus melakukan edukasi secara langsung kepada komunitas pasar. Tak hanya itu, pihaknya juga memanfaatkan radio pasar sebagai alat sosialisasi mengenai protokol kesehatan Covid-19.

“Di dalam pasar itu sudah kita bentuk Gugus Tugas Pasar yang terdiri dari petugas pasar kita, paguyuban, dan perwakilan dari komunitas pasar, ini yang bekerja dan kita maksimalkan,” tambahnya.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini ke depan pasar dapat terjaga dari adanya kasus positif Covid-19.