Dalam rangka klarifikasi info kepada masyarakat terkait kasus konfirmasi (positif) Covid-19 pada swalayan besar di Kecamatan Mlati, Sleman, bersama ini kami sampaikan bahwa:

1. TIDAK BENAR bahwa kasus positif Covid-19 yang merupakan salah satu karyawan di swalayan besar tersebut adalah kasus nomor 67.

Klarifikasi:
Kasus positif Covid-19 tersebut adalah kasus nomor 79 (di Sleman bernomor 5.39).

2. TIDAK BENAR bahwa sebelumnya karyawan tersebut mengalami pingsan di tempat kerjanya pada tanggal 25 April 2020.

Klarifikasi:
Pada tanggal 25 April 2020, Karyawan tsbt telah dirawat inap dan memperoleh penegakkan diagnosa konfirmasi (positif) COVID-19 dari RS Hardjolukito, setelah dilakukan uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Karyawan yang ditetapkan sebagai pasien kasus konfirmasi (positif) nomor 79 tersebut hingga kini masih berada di ruang isolasi. Dengan demikian, kejadian pingsan diperkirakan terjadi sebelum 20 April 2020.

3. Setelah memperoleh fakta bahwa kasus konfirmasi (positif) Nomor 79 merupakan karyawan sebuah swalayan besar di Kecamatan Mlati, Pemkab Sleman segera mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

a. Dinkes Sleman melakukan tes cepat / Rapid Diagnostic Test (RDT) berturut-turut pada 2 Mei 2020 (10 karyawan, hasil: 5 reaktif, yg dilanjutkan uji swab PCR, namun hasil belum keluar); 4 Mei 2020 (94 karyawan, hasil: 22 reaktif, belum uji swab PCR, menunggu RS); 5 Mei 2020 (196 karyawan, hasil: 30 reaktif, belum uji swab PCR, menunggu RS). Total keseluruhan 300 karyawan di RDT, 57 reaktif. Dari 57 yang reaktif, sebagian yang berdomisili Sleman telah ditempatkan di RS rujukan Covid-19 di Sleman.

b. BPBD Sleman melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan swalayan besar tersebut pada 4 dan 5 Mei 2020.

c. Bagian Organisasi Setda Sleman dan Dinas Perindag Sleman menyerahkan kepada manajemen swalayan besar tsbt surat Bupati Sleman No. 443/01152 tanggal 5 Mei 2020, sifat amat segera, tentang Penutupan Sementara Operasional pelayanan swalayan besar tersebut.

5. Terkait keresahan warga yang mengunjungi swalayan besar tersebut, Pemkab Sleman sedang menyiapkan hal-hal sebagai berikut:

a. Dinkes Sleman menyiapkan mekanisme teknis dilapangan untuk melakukan RDT massal pada 12-14 Mei di GOR Pangukan Sleman, dengan kuota total sekitar 1500 RDT. Dalam pelaksanaannya, Dinkes akan melakukan upaya antisipasi agar mereduksi risiko penularan pada saat RDT massal, termasuk pemakaian alat tes yang sesuai protap sehingga tidak akan menularkan kepada antar orang yang diperiksa.

b. Dinas Kominfo Sleman menyiapkan aplikasi screening online bagi pengunjung yang datang ke swalayan tsbt pada periode tertentu pada pertengahan April hingga awal Mei 2020, dan akan melakukan sosialisasi mengenai mekanisme pendaftaran dan aplikasi yang digunakan.

6. Terkait form pendaftaran yang banyak beredar di aplikasi Whats’app, Dinkes Sleman TIDAK PERNAH menyebarkan maupun meminta data tersebut. Publikasi terkait aplikasi dan mekanisme pendaftaran dilakukan satu pintu melalui Dinas Kominfo Sleman.

7. Seluruh warga, khususnya yang berkunjung ke swalayan tsbt dalam rentang waktu 0tidak terlalu lama sebelum diumumkannya kasus ini, agar tetap tenang dan tidak panik. Lakukan protokol pencegahan Covid-19 berupa tetap berada dirumah, menggunakan masker, rutin mencuci tangan memakai sabun selama 20 detik, menjaga jarak aman (physical distancing) 2 meter, serta menanti pengumuman lebih lanjut dari Pemkab Sleman melalui media sosial resmi Pemkab Sleman.

8. Jika ada warga yang ingin segera melakukan RDT, maka dapat mengungi RS rujukan Covid-19 dan melakukan RDT secara mandiri.